Perencanaan Strategis Arsitektur IT

arsitektur it

Arsitektur IT adalah cetak biru yang menerjemahkan strategi perusahaan menjadi rencana sistem informasi. Sebelum membangun infrastruktur IT, maka perlu dibuat terlebih dahulu arsitektur IT.  Arsitektur IT dibuat berdasarkan strategi perusahaan. Melalui pemahaman terhadap setiap strategi, maka arsitektur dapat dibuat dalam cetak biru, yang kemudian menjadi landasan pembuatan infrastruktur.

Pengambil keputusan diharuskan mampu merumuskan hal-hal strategis berkaitan dengan infrastruktur ICT, menurut Pearlson (2004), yang perlu dilakukan adalah, pertama menerjemahkan strategi ke dalam arsitektur dan, kedua, menerjemahkan arsitektur ke dalam infrastruktur. Ada beberapa framework arsitektur IT yang dapat digunakan. Namun umumnya menekankan pada kebutuhan untuk mempertimbangkan strategi bisnis ketika mendefinisikan blok bangunan IT dari organisasi yang bersangkutan.

Dalam Training Perencanaan Strategis Arsitektur IT yang menekankan pada kemampuan dalam menyusun dan mengembangkan arsitektur IT dengan menggunakan tujuh tahapan metodologis dalam menyusun arsitektur IT.

Bagi Anda yang tertarik kursus komputer ini, silahkan hubungi tim sales kami di nomer kontak kami  : Telp/WA : 0896-10016124,  0811-8888657 atau Call Center : 021-47884163/68.

Hal Utama dalam Perencanaan Arsitektur IT.

  1. Strategi Bisnis. Strategi bisnis perusahaan yang mencakup visi, misi dan tujuan bisnis perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang. IT Strategy, Strategi perencanaan arisitektur dan infrastruktur perusahaan.
  2. Teknologi Informasi. Mengetahui dan mengikuti perkembangan Teknologi Informasi. Karena perkembangan dunia ITyang pesat harus diimbangi dengan kecepatan didalam antisipasi dan reaksinya.

Pendekatan Enterprise architecture (Arsitektur enterprise), yang digunakan untuk logika pengaturan dan perencanaan untuk seluruh organisasi, bertujuan menentukan bagaimana teknologi informasi akan mendukung proses bisnis. Cara ini diawali dengan mengidentifikasi proses inti perusahaan dan bagaimana mereka akan bekerja sama, bagaimana sistem TI akan mendukung proses bisnis, kemampuan teknis standar dan kegiatan untuk semua bagian dari perusahaan, dan pedoman untuk membuat pilihan.

Siapa Saja yang Perlu Mengikuti Training Ini?

  • Chief Architects
  • Directors /Head of LOB (Line of Business)
  • Business/System Analysts
  • IT/Software/Infrastructure/Information/Business Architects
  • Software Developers/Engineers
  • Senior Programmers/Analysts
  • IT / Project Managers

Prinsip Perencanaan Arsitektur IT

  1. Kemudahan penggunaan, artinya Arsitektur TI akan meningkatkan kemudahan penggunaan dalam membangun dan mendukung arsitektur dan solusi berbasis pada arsitektur.
  2. Satu titik pandang, dalam hal ini Arsitektur TI akan memungkinkan secara konsisten, pandangan yang terintegrasi dari bisnis, terlepas dari jalur akses.
  3. Beli daripada membangun, dalam pengadaan aplikasi, komponen sistem, dan kerangka kerja yang memungkinkan akan dibeli kecuali ada alasan kompetitif untuk mengembangkan mereka secara internal.
  4. Kecepatan dan kualitas, dalam memutuskan arsitektur, akan dibuat dengan penekanan pada mempercepat waktu untuk memasarkan solusi, sementara tetap mempertahankan tingkat kualitas yang diperlukan.
  5. Fleksibilitas dan kelincahan, sebuah Arsitektur TI akan menggabungkan fleksibilitas untuk mendukung perubahan kebutuhan bisnis dan memungkinkan evolusi arsitektur dan solusi yang dibangun di atasnya.

Metodologi Perencanaan Arsitektur IT

  1. Memahami lingkungan enterprise. Pemahaman terhadap lingkungan enterprise / organisasi adalah langkah awal dalam menyusun perencanaan arsitektur IT. Pertanyaan seperti akan menjadi apa? Bagaimana bisa terus eksis? Segala hal yang berkaitan dengan visi, misi,  value perusahaan, produk, layanan, segmentasi market dsb menjadi hal penting yang menjadi batu penjuru penyusunan arsitektur IT.
  2. Mendefinisikan persyaratan bisnis. Hal-hal yang berkaitan dengan trend industri, core principles, rantai proses, tujuan bisnis organisasi, issu dan masalah, peluang, benchmarking, best practices, cost benefit analysis dsb harus didefinsikan dengan akurat sebagai modal penting perencanaan arsitektur IT.
  3. Menentukan target kapabilitas IT. Penyusunan peta kapabilitas yang dibutuhkan, target kapabilitas yang ingin dicapai, trend global, dan sebagainya menjadi penting di susun sebagai tujuan atau hasil dari pengembangan dan implementasi arsitektur IT.
  4. Mengevaluasi kinerja IT saat ini. Menilai secara objectif kinerja IT yang ada saat ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
  5. Melaksanakan analisis gap / kesenjangan. Melaksanaan analisis gap atau kesenjagnan antara target kapabilitas IT yang telah disusun dengan kondisi kinerja yang ada saat ini.
  6. Mengembangkan inisiatif strategi IT dan implementasi roadmap. Menysun dan mengembangkan inisiatif proyek yang dibuat dalam kerangka roadmap yang sistematis untuk mencapi target kapabilitas IT.
  7. Mengkomunikasikan dan mengelola portofolio proyek IT.  Melaksanakan proses komunikasi kepada para stakeholder agar mendapatkan dukungan dalam mengimplementasikan roadmap. Secara khusus pada saat mengelola proyek-proyek IT untuk mengcapai target kapalitas IT.

Informasi Pendaftaran dan Pelatihan

Bagi Anda yang tertarik untuk mengikuti kursus komputer ini, silahkan hubungi tim sales kami di : Telp/WA 0811-8888657 atau Call Center : 021-8095888.

Kontak Via WA