Training COBIT 5 Awareness By Study Cases

Training Cobit 5 Awareness

COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) adalah suatu audit sistem informasi dan dasar pengendalian dan implementasi teknologi informasi yang disusun dan disebarluaskan oleh ISACA (Information Systems Audit and Control Association) dan ITGI (IT Governance Institute). Pada dasarnya kerangka COBIT merupakan standar terhadap kendali-kendali yang umum berlaku di dunia teknologi informasi dimana kerangka kerja ini dapat diterima dan diterapkan secara global.

Training COBIT 5 Awareness adalah training yang bersifat introduction yang tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya kebutuhan kerangka kerja kontrol teknologi informasi. Training COBIT 5 menggunakan kerangka kerja atau framework yang dijabarkan melalui prinsip-prinsip COBIT 5 IT Governance Framework yang menjelaskan bagaimana Cobit 5 diaplikasikan dalam tata kelola teknologi informasi serta hubungannya dengan kerangka kerja lainnya melalui studi kasus.

Dalam training COBIT 5 awareness yang di selenggarakan selama dua hari ini, akan dipelajari issu-issu terkini tata kelola TI dan efeknya bagi organisasi secara global. Pentingnya penggunaan kerangka kerja yang tepat untuk menangani issu tersebut sekaligus menanggulangi efek yang terjadi. COBIT 5 memperkenalkan serangkaian prinsip yang beroperasi pada high level dan menjadi model best practices bagi implementasi tata kelola TI. Selama training akan belajar komponen dari model  dan relasinya dengan kerangka kerja yang lain seperti ITIL dan ISO27001.

Bagi Anda yang tertarik kursus komputer ini, silahkan hubungi Tim Sales kami di nomer kontak kami sebagai berikut : Telp/WA : 0896-10016124,  0811-8888657 atau Call Center : 021-47884163/68. 

Tujuan Training COBIT 5 Awareness

  • Mengidentifikasi issu-issu terkait IT Manajemen berpengaruh terhadap organisasi
  • Memahami adanya kebutuhan kerangka kerja kontrol yang dikendalikan oleh kebutuhan tata kelola IT
  • Mengerti bagaimana Cobit 5 memenuhi persyaratan sebagai kerangka kerja tata kelola IT
  • Mengetahui elemen-elemen dari kerangka kerja Cobit 5
  • Mengerti model pendekatan implemenasi Cobit 5

Target Peserta Training

  • Direksi
  • Top Management
  • IT Manager
  • IT Auditor
  • IT Operation Staff
  • IT Project Staff

Pengantar Tata Kelola TI

Teknologi Informasi (TI) adalah salah satu faktor penting dalam implementasi Tata Kelola Organisasi yang baik (Corporate Good Governance). Bahkan saat ini TI adalah bagian sentral dari banyak operasi bisnis khususnya di bidang managemen finansial.  Di pihak lain TI telah lama dikenal sebagai enabler bagi strategi organisasi, dan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi itu sendiri.

Tata kelola TI memberikan suatu dasar struktur yang mengaitkan dan menyelaraskan proses-proses TI, sumberdaya TI, serta informasi yang dibutuhkan organisasi dalam mengimplementasikan strateginya untuk meraih target-target yang telah dicanangkan. Hal yang penting untuk diketahui bersama bahwa Tata Kelola TI adalah bagian tak terpisahkan dari sukses pelaksanaan Tata Kelola Organisasi. Caranya dengan memastikan adanya peningkatan yang terukur terhadap efisiensi dan efektivitas proses-proses bisnis organisasi.

Pada tataran implementasi Tata Kelola TI dapat diartikan sebagai proses pengendalian dan peningkatan kinerja yang dilakukan secara terus-menerus terhadap penerapan TI di organisasi. Tata Kelola TI diawali dengan penentuan tujuan atau sasaran TI perusahaan. Dimana tujuan tersebut memberikan arah dari aktifitas-aktifitas TI yang dilakukan. Dengan demikian kinerjanya dapat diukur dan dibandingkan. Hasil yang dicapai dibandingkan dengan hasil yang telah dicapai sebelumnya. Kemudian dibuatkan penyesuaiannya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

kerangka pengendalian

Kerangka pengendalian dan peningkatan keberlanjutan sebagai dasar Tata Kelola Teknologi Informasi.

Pengertian Tata Kelola TI

Ada banyak pengertian mengenai Tata Kelola TI (IT Governance) salah satu yang populer dan sering dijadikan acuan di komunitas TI adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh IT Goverment Insitute (2003) adalah sebagai berikut ini :

“IT Governance is the resposibility of the board of directors and executive management. IT is an integral part of enterprise governance adn consists of the leadership and organizational structures anda processes that ensure that the organization’s IT sustains and extends the orgazation’s strategises and objectives.”

Dari pemahaman terhadap pernyataan tersebut dijelaskan bahwa Tata Kelola TI merupakan tanggungjawab dari pimpinan puncak dan eksekutif managemen suatu organisasi atau perusahaan. Bahwa Tata Kelola TI merupakan bagian dari Tata Kelola Orgaisasi yang terdiri dari kepemimpinan, struktur organisasi, dan proses demi memastikan keberlanjutan organisasi TI dan pengembangan strategi dan tujuan organisasi.

Urgensi Tata Kelola TI

Teknologi informasi menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam keberhasilan perusahaan. Karena TI dapat memberikan kesempatan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif seraya menawarkan perlengkapan untuk meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai lebih di masa yang akan datang. Semakin banyak value perusahaan bergeser dari sesuatu yang sifatnya tangible menjadi intangible. Untungnya kebanyakan dari aset jenis ini dapat dikelola dengan bantuan TI.

Di pihak lain TI juga membawa resiko. Ada kalanya dalam melakukan proses bisnis terjadi peristiwa downtime pada sistem. Bagi perusahaan downtime ini berakibat pada potential loss yang sangat besar. Di beberapa industri, TI merupakan sumberdaya kompetitif untuk melakukan diferensiasi dan memberikan keunggulan kompetitif. Di perusahaan lainnya TI membantu dalam mempertahankan keberlangsungan hidup perusahaan. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa :

  1. TI sangat penting dalam mendukung dan mencapai tujuan perusahaan.
  2. TI bernilai sangat strategis terhadap bisnis khususnya dalam pengembangan inovasi.
  3. Due diligence semakin diperlukan terhadap implikasi teknologi informasi dalam hal merger dan akuisisi.

Tujuan Tata Kelola TI

Tujuan penerapan Tata Kelola TI dapat dibedakan berdasarkan tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Dalam jangka pendek Tata Kelola TI dapat digunakan untuk menekan biaya operasional TI dengan cara mengoptimalkan operasi-operasi yang ada di dalamnya. Sedangkan dalam jangka panjang penerapan Tata Kelola TI membantu perusahaan untuk tetap fokus terhadap nilai strategis TI dan memastikan penerapan TI tetap mendukung pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.

Khusus bagi perusahaan BUMN, tujuan implementasi Tata Kelola TI salah satunya adalah untuk memenuhi ketentuan dari Peraturan Mentri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, No. Per-02/MBU/2013 Tentang Panduan Penyusunan Tata Kelola Teknologi Informasi. Di mana setiap perusahaan BUMN wajib menerapkan Prinsip Tata Kelola TI di lingkungan perusahaannya sebagai salah satu bentuk implementasi Corporate Good Governance.

Model Standar Tata Kelola TI

Dalam menerapkan Tata Kelola TI diperlukan sebuah model standar tata kelola yang representatif dan menyeluruh. Penggunaaan standar Tata Kelola TI akan memberikan keuntungan-keuntungan sebagai berikut :

  1. The wheel exists – Penggunaan standar yang sudah ada dan mapan (mature) akan sangat efisien. Perusahaan tidak perlu mengembangkan sendiri suatu kerangka kerja dengan mengandalkan pengalamannya sendiri yang terbatas.
  2. Structured – Standar menyediakan suatu kerangka kerja yang terstruktur yang mudah dipahami dan di ikuti oleh managemen. Kerangka kerja yang terstruktur dengan baik akan memberikan setiap orang pandangan yang relatif sama.
  3. Best practiced – Standar telah dikembangkan dalam jangka waktu yang relatif lama dan melibatkan ratusan orang dan organisasi di seluruh dunia. Pengalaman yang direfleksikan dalam model-model tata kelola yang ada tidak dapat dibandingkan dengan suatu usaha dari satu perusahaan tertentu.
  4. Knowledge sharing – Dengan mengikuti standar yang umum, managemen akan dapat berbagi ide dan pengalaman antar organisasi melalui berbagi forum seperti mailing list, groups, website, majalan, buku, dan media informasi lainnya.
  5. Auditable – Dengan adanya standar maka baik managemen maupun auditor memiliki dasar yang sama dalam melakukan pengelolaan TI dan pengukurannya.

Saat ini telah banyak dikembangkan model standar Tata Kelola TI. Setiap model standar memiliki fokus penekanan yang berbeda-beda serta memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berdasarkan kajian model standr Tata kelola TI maka framework COBIT ternyata memiliki level kompromisitas paling tinggi dari aspek dimensi horizontal maupun dimensi vertikal dimana spektrum TI yang dibahas lebih luas namun dengan tetap membahas secara detail bila dibandingkan standar-standar Tata Kelola TI yang lain.

Benefit Menggunakan Framework COBIT 5

Bagi organisasi yang menerapkan Prinsip Tata Kelola TI dengan framework COBIT 5 maka secara umum telah melaksanakan hampir semua aspek prosedur dan aktivitas dari berbagai model standarisasi atau framework yang telah dikenal mapan dan diterima oleh komunitas Teknologi Informasi. Dengan demikian saat proses pengajuan sertifikasi untuk standarisasi tersebut akan jauh lebih mudah di raih. Karena keseluruhan proses dan aktivitasnya telah dilaksanakan atau di cover oleh semua proses yang dijalankan dalam kegiatan Tata Kelola TI.

Cobit 5 Mapping

Pemetaan COBIT 5 terhadap model-model standar dan framework TI yang ada saat ini.

Prinsip-Prinsip COBIT 5

Prinsip-Prinsip COBIT 5 memiliki Prinsip dan Enabler yang bersifat umum dan bergunan bagi  semua bentuk dan ukuran perusahaan, baik komersial maupun non-profit ataupun sektor publik. Lima Prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Meeting stakeholder needs, bermanfaat dalam mendefinisikan prioritas untuk penerapan, perbaikan, dan penjaminan. Kebutuhan stakeholder diterjemahkan ke dalam bentuk Goals Cascade menjadi tujuan yang lebih spesifik, dapat ditindaklajuti dan disesuaikan konteks-nya : Tujuan perusahaan (Enterprise Goal), Tujuan yang terkait IT (IT-related Goal), Tujuan yang akan dicapai enabler (Enabler Goal).Sistem tata kelola juga wajib mempertimbangkan seluruh stakeholder ketika membuat keputusan mengenai penilaian manfaat, resource dan risiko TI.
  2. Covering enterprise end-to-end, berguna dalam menyatukan tata kelola TI perusahaan kedalam tata kelola organisasi / perusahaan. Sistem tata kelola TI COBIT 5 dapat berintegrasi dengan sistem tata kelola perusahaan. Pada prinsip ini meliputi semua fungsi dan proses yang dibutuhkan untuk mengatur dan mengelola TI perusahaan dimanapun informasi diproses. Dalam lingkup perusahaan, COBIT 5 menangani semua layanan TI internal maupun eksternal, dan juga proses bisnis internal dan eksternal.
  3. Applying a single intergrated framework, merupakan alat untuk penyelarasan  dengan standar dan framework relevan lainnya, sehingga perusahaan memapu menggunakan COBIT 5 sebagai framework tata kelola yang terpadu memadukan semua pengetahuan yang sebelumnya tersebar dalam berbagai framework ISACA (COBIT, VAL IT, Risk IT, BMIS, ITAF, dll).
  4. Enabling a holistic approach, yakni COBIT 5 memandang bahwa setiap enabler saling memperngaruhi satu sama lain dan menentukan apakah penerapan COBIT 5 akan berhasil.
  5. Separating governance from management, COBIT membuat perbedaan dan pemisahan yang cukup jelas antara tata kelola dan manajemen. Kedua hal tersebut mencakup brbagai kegiatan yang berbeda, memerlukan struktur organisasi yang berbeda, dan melayani untuk tujuan yang berbeda pula.

Cobit 5 priciples

Informasi Training dan Pendaftaran

Bagi Anda yang tertarik kursus komputer ini, silahkan hubungi Call Center Kami : 021-47884163/68 atau Telp/WA : 0896-10016124,  0811-8888657

Tautan Lain

Kontak Via WA